Selain itu, Korut juga bersikeras tidak akan menghentikan upaya peluncuran roketnya karena bertujuan damai, yakni demi program luar angkasa. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Korut, Pak Ui-Chun, dalam pertemuan regional dengan negara-negara ASEAN di Phnom Penh, Kamboja pada Kamis (12/7) kemarin.
"Tujuan AS adalah untuk menghapus ideologi dan sistem politik yang telah dipilih oleh rakyat kami," ucap Pak dalam sambutannya, seperti dilansir oleh Asia One, Jumat (13/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Korut berulang kali menegaskan, peluncuran roket yang gagal mencapai tujuan tersebut, hanya bertujuan untuk meletakkan sebuah satelit pada orbit di luar angkasa. Namun pihak AS dan sekutunya bersikeras bahwa peluncuran roket tersebut merupakan uji coba rudal terselubung.
Kepada para menlu-menlu dalam Forum Regional ASEAN, Pak menegaskan pihak AS sendiri yang telah melanggar kesepakatan 29 Februari. Pak juga menyebut, AS sendiri yang telah meningkatkan ketegangan di kawasan Semenanjung Korea.
Lebih lanjut, Pak membeberkan penggunaan bendera Korut sebagai target serangan dalam latihan militer gabungan antara tentara AS dan Korea Selatan (Korsel), beberapa waktu lalu. Pak menyebutnya sebagai "bukti jelas permusuhan AS" terhadap Korut.
Oleh karena itu, Pak menyatakan, pihaknya akan terus mengembangkan dan memanfaatkan energi nuklir untuk tujuan damai, yakni membangun reaktor air untuk menghasilkan tenaga listrik. Menurut Pak, program pengayaan uranium Korut juga bertujuan sebagai bahan bakar reaktor tersebut.
"Kami butuh untuk menjaga kedaulatan kami dari ancaman nuklir AS," tegasnya.
(nvc/ita)











































