Seperti dilansir oleh AFP, Jumat (13/7/2012), informasi tersebut disampaikan oleh Organisasi Pemantau HAM Suriah dan juga oleh kepala kelompok pemberontak. Serangan tentara pemerintah tersebut terjadi pada Kamis (12/7) pagi, di desa Treimsa.
Kepala kelompok pemberontak, Abu Mohamad, menuturkan serangan pemerintah dengan menggunakan helikopter, tank dan peluncur roket tersebut menewaskan lebih dari 200 warga desa. Tentara pemerintah dengan dibantu milisi pro pemerintah membombardir kota Treimsa sejak Kamis pagi hingga malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan seorang aktivis setempat yang menyebut dirinya Abu Ghazi, melaporkan bahwa jumlah korban jiwa banyak berasal dari pihak pemberontak dan warga desa. Menurutnya, tentara pemerintah nekat menembaki sebuah masjid yang menjadi tempat berlindung warga.
"Jumlah orang yang mati sebagai martir sangat tinggi karena tentara pemerintah menembaki sebuah masjid yang menjadi tempat berlindung banyak orang, untuk merawat mereka yang terluka dan sebagai tempat persembunyian dari bom. Tapi jelas terlihat bahwa tentara pemerintah tidak mengenal batasan, masjid tersebut ditembaki, hingga roboh, dan menewaskan orang-orang yang ada di dalamnya," terang Abu Ghazi melalui Skype kepada AFP.
Desa Treimsa memiliki total penduduk sekitar 7.000 orang. "Sekarang kosong. Orang-orang telah tewas atau telah melarikan diri," imbuh Abu Ghazi.
Menurutnya, tentara pemerintah sengaja menyerang wilayah Hama agar bisa tetap bisa dikontrol. "Hama berada di pusat Suriah, dan wilayah ini menjadi mata rantai dari sejumlah provinsi-provinsi di mana kekuatan antirezim sangat kuat, rezim pemerintah akan melakukan apa saja agar wilayah ini bisa dikontrol," terangnya.
Sementara itu, kantor berita Suriah, SANA, membenarkan adanya pertempuran bersenjata di wilayah Hama. Namun, mereka menyebutnya sebagai pertempuran antara tentara pemerintah dengan kelompok teroris bersenjata. Sayangnya, mereka juga tidak menyebutkan ada berapa total korban tewas dalam pertempuran tersebut. Hanya disebutkan bahwa 3 tentara pemerintah tewas dalam pertempuran tersebut.
Sejak unjuk rasa antirezim Presiden Assad pecah di Suriah pada Maret tahun lalu, tercatat ada lebih dari 17 ribu orang yang tewas terbunuh akibat kekerasan oleh tentara pemerintah.
(nvc/)











































