Saat kejadian, iring-iringan empat kendaraan tersebut sedang dalam perjalanan menuju areal perkebunan karet terpencil. Dalam konvoi tersebut ada pula beberapa petugas keamanan bersenjata dari milisi pemerintah. Demikian disampaikan juru bicara militer setempat Mayor Harold Cabunoc.
"Para anggota milisi yang mengawal pekerja-pekerja sipil tersebut berhasil membalas tembakan, ini memaksa orang-orang tersebut mundur ke berbagai arah dengan adanya korban-korban di pihak mereka sendiri," kata Cabunoc dalam sebuah statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di Pulau Basilan tersebut. Namun kepolisian setempat serta manajer perusahaan perkebunan terkait menduga pelaku adalah anggota kelompok militan Abu Sayyaf yang disebut-sebut terkait jaringan teroris Al-Qaeda.
Taha Katu, seorang manajer perusahaan perkebunan tersebut mengatakan, sebelum penyerangan tersebut, perusahaan menerima surat pemerasan yang diduga dari Abu Sayyaf. Isi surat, meminta uang sebesar US$ 1.000 per bulan untuk menjamin keselamatan para pekerja. Akhir tahun 2011 lalu, kelompok Abu Sayyaf juga membunuh lima pekerja dalam serangan serupa di dekat lokasi tersebut.
(ita/nrl)










































