Dalam persidangan, Hakim Haim Liran menyatakan kedua terdakwa, yakni Kepala Inspektur Baruch Peretz dan seorang polisi bernama Assaf Yekutieli, telah melalaikan tugasnya. Hakim Liran bahkan menyebut tindakan keduanya 'sangat buruk dan memuakkan' karena tidak mencerminkan karakter polisi yang seharusnya.
"Saya tidak bisa paham bagaimana mereka, yang seharusnya menyadari keadaan fisik dan mental seorang tahanan, bisa tidak mengerti dan memahami penderitaan seorang manusia yang diciptakan segambar dengan Allah," ujar Liran seperti dikutip surat kabar setempat, Haaretz dan dilansir oleh AFP, Senin (9/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Omar kemudian dibawa ke rumah sakit Tel Aviv untuk menjalani perawatan atas luka-lukanya. Dua minggu kemudian ia dibawa ke kantor polisi untuk ditahan. Tapi karena tidak ada ruangan di penjara rumah sakit Israel, kedua terdakwa lantas membawanya ke wilayah Tepi Barat dan kemudian meninggalkannya di tepi jalan antara wilayah Yerusalem dan Ramallah. Tragis, 2 hari kemudian Omar ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Dinyatakan dalam persidangan, kedua polisi Israel itu telah lalai karena meninggalkan Omar, yang hanya mengenakan piyama rumah sakit dan dalam keadaan terluka, sendirian di tepi jalan pada tengah malam. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan, Omar tewas karena dehidrasi.
(nvc/ita)










































