Putri Sara, Keponakan Raja Arab Saudi Berjuluk Barbie

Putri Sara, Keponakan Raja Arab Saudi Berjuluk Barbie

- detikNews
Senin, 09 Jul 2012 10:35 WIB
Putri Sara, Keponakan Raja Arab Saudi Berjuluk Barbie
London - Putri Sara binti Talal bin Abdulaziz Al Saud, keponakan Raja Arab Saudi, menjadi berita heboh di Inggris. Dia meminta suaka politik di negeri yang telah ditinggalinya sejak 2007 itu karena mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh keluarganya dan juga sejumlah pejabat otoritas Arab Saudi.

Putri berusia 38 tahun itu memiliki empat anak. Dia merupakan cucu dari Raja Abdulaziz, pendiri negara Arab Saudi dan merupakan anak dari Pangeran Talal bin Abdulaziz al Saud, yang dikenal sebagai Pangeran Merah. Ayahnya merupakan seorang bergaris radikal dan reformis, yang pernah diasingkan pada tahun 1960-an. Ibunya meninggal dunia karena kanker pada 2008, dan merupakan istri ketiga Pangeran Talal.

Di antara 14 saudara pria dan perempuan Sara, terdapat Pangeran Al-Waleed bin Talal, yang mengurus dana kekayaan negara dan salah satu satu orang terkaya di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Media Inggris menyebut Sara sebagai Barbie dari Arab Saudi. Hal ini berdasar pengakuan Sara ketika bercerita tentang masa kecilnya. "Mereka memanggilku Barbie kecil karena aku seperti gadis kecil yang lucu yang memiliki segalanya," ujarnya seperti diberitakan The Telegraph, Senin (9/7/2012).

"Namun pengasuhku dari Inggris membesarkanku dengan cara yang sangat ketat," imbuhnya.

"Cabang keluarga saya selalu berbeda dengan keluarga Al Saud yang lain -- terbuka, kontroversial dan beragam. Kami merayakan Natal," ceritanya.

Sara kuliah di Universitas Raja Saud di Riyadh dan menikah dengan sepupunya saat dia masih muda. Dia kemudian bercerai di umur 20-an tahun.

Sara bekerja dengan ayahnya yang menjadi duta Unicef, antara lain dengan mengunjungi kamp pengungsian, yang membuatnya menanamkan kebutuhan untuk menegakkan keadilan.

Sara merasa, perannya sebagai putri, seorang wanita di tengah masyarakat dan seorang pembaharu, bertentangan satu sama lain. "Sebagai putri, Anda memiliki lebih banyak kewajiban yang harus Anda ambil dengan serius," ujarnya.

Sementara, dalam pernyataan permintaan suakanya, Sara menulis, "Jadi, dengan penyesalan yang mendalam, dan saya tidak ada pilihan lain, saya menyurati kantor kementerian dalam negeri Inggris untuk mengajukan permintaan suaka politik bagi saya dan anak-anak saya. Reputasi saya telah dicoreng oleh media dengan kampanye fitnah yang tidak berdasar. Selama bertahun-tahun saya diam, ketika mencoba untuk menyelesaikan masalah saya dengan harga diri melalui jalur yang normal, tanpa mengundang keramaian dan publikasi. Tetapi permintaan saya kepada otoritas kerajaan Saudi telah dihalangi dan ditolak, dan kedutaan Arab Saudi di London malah menuding balik saya."

Sebagaiman diberitakan BBC, Putri Sara mengatakan bahwa dia tidak "memiliki niat apapun selain menghormati paman saya Raja Abdullah bin Abdulaziz, Pemelihara Dua Masjid Suci dan masyarakat Arab Saudi".

"Yang saya minta adalah hak yang sah, jadi anak-anak dan saya dapat memulai hidup dengan harga diri serta saya dapat memulai lagi kehidupan saya dan pekerjaan."


(nrl/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads