Presiden Vladimir Putin meninjau kawasan yang paling parah dilanda banjir pada Sabtu petang. Dia membandingkan kekuatan arus air yang memerangkap warga di rumah-rumah mereka dengan 'tsunami'.
Dia juga dengan cepat mencoba meredam spekulasi yang membuat panik bahwa banjir itu disebabkan oleh pembukaan pintu air di bendungan air daerah setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daerah yang paling parah didera banjir adalah sebuah distrik sekitar Krymsk, yang berpenduduk 57 ribu orang. Tim penyelamat menemukan 134 mayat di daerah ini, termasuk bayi berusia setahun dan bocah 10 tahun.
"Sebagian besar korban adalah pensiunan," kata jubir penyelidik regional Ivan Sengerov kepada AFP, Minggu (8/7/2012).
Kryms sekitar 200 km utara resor Sochi di pinggiran Laut Hitam,yang akan menjadi tempat helatan Olimpiade Musim Panas 2014.
"Kediaman kami terendam hingga ke atap," kata warga senior Krymsk, Lidiya Polinina.
"Kami memecahkan jendela dan memanjat keluar. Saya taruh cucu saya yang berusia lima tahun di atas atap mobil kami yang tenggelam. Dan entah bagaimana kami berhasil memanjat ke loteng," kata dia.
Puluhan orang juga masih dinyatakan hilang dan muncul kekhawatiran korban jiwa akan terus bertambah.
(nrl/try)











































