Pria-pria Bersenjata Tebar Maut, 18 Orang Ditembak Mati di Pakistan

Pria-pria Bersenjata Tebar Maut, 18 Orang Ditembak Mati di Pakistan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 07 Jul 2012 13:07 WIB
Pria-pria Bersenjata Tebar Maut, 18 Orang Ditembak Mati di Pakistan
Jakarta - Para pria bersenjata menebar teror maut di Pakistan. Mereka menembak mati 18 orang yang mencoba masuk secara ilegal ke Iran dengan menggunakan tiga mobil.

"Pria-pria bersenjata yang mengendarai motor menghentikan mobil-mobil mereka dan memaksa mereka keluar dengan tangan diangkat ke atas. 18 orang telah tewas dan dua orang terluka," kata Mohammad Aslam Tarin, pejabat senior pemerintahan setempat kepada kantor berita AFP, Sabtu (7/7/2012).

"Ke-20 orang ini mencoba menyeberangi perbatasan dan ingin memasuki Iran," imbuh Tarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden ini terjadi pada Jumat (6/7) larut malam waktu setempat di distrik Kechh, sekitar 1.250 kilometer barat daya Quetta, kota utama di wilayah rusuh Provinsi Baluchistan, dekat perbatasan Iran.

Dalam insiden itu, para pelaku penembakan berhasil kabur.

"Kami tengah memulai penyelidikan, namun motif serangan tersebut masih belum jelas," tutur Tarin. Diimbuhkannya, petugas telah dikirimkan ke daerah lokasi untuk mengangkat tubuh para korban tewas.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi penembakan ini. Namun biasanya, serangan-serangan seperti itu diduga dilakukan oleh kelompok nasionalis Baluch yang terus berjuang untuk mendapatkan otonomi provinsi yang lebih besar.

Ratusan warga sipil telah tewas sejak para pemberontak Baluch mengangkat senjata melawan pemerintah pusat Pakistan pada 2004 lalu. Mereka menuntut otonomi politik dan pembagian keuntungan yang lebih besar dari sumber-sumber daya di wilayah tersebut. Provinsi Baluchistan juga merupakan ajang kekerasan sektarian antara warga mayoritas Sunni dan minoritas Syiah.

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini