"Pria-pria bersenjata yang mengendarai motor menghentikan mobil-mobil mereka dan memaksa mereka keluar dengan tangan diangkat ke atas. 18 orang telah tewas dan dua orang terluka," kata Mohammad Aslam Tarin, pejabat senior pemerintahan setempat kepada kantor berita AFP, Sabtu (7/7/2012).
"Ke-20 orang ini mencoba menyeberangi perbatasan dan ingin memasuki Iran," imbuh Tarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam insiden itu, para pelaku penembakan berhasil kabur.
"Kami tengah memulai penyelidikan, namun motif serangan tersebut masih belum jelas," tutur Tarin. Diimbuhkannya, petugas telah dikirimkan ke daerah lokasi untuk mengangkat tubuh para korban tewas.
Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi penembakan ini. Namun biasanya, serangan-serangan seperti itu diduga dilakukan oleh kelompok nasionalis Baluch yang terus berjuang untuk mendapatkan otonomi provinsi yang lebih besar.
Ratusan warga sipil telah tewas sejak para pemberontak Baluch mengangkat senjata melawan pemerintah pusat Pakistan pada 2004 lalu. Mereka menuntut otonomi politik dan pembagian keuntungan yang lebih besar dari sumber-sumber daya di wilayah tersebut. Provinsi Baluchistan juga merupakan ajang kekerasan sektarian antara warga mayoritas Sunni dan minoritas Syiah.
(ita/ita)










































