"Tak bisa diperdebatkan lagi, krisis yang terjadi di Suriah telah menjadi ancaman bagi keamanan dan perdamaian internasional," jelas Hollande dalam pertemuan 'Sahabat Suriah' di Paris, Prancis seperti dilansir oleh AFP, Jumat (6/7/2012).
"Jadi, kita harus mengambil kesimpulan. Bashar al-Assad harus mundur. Sebuah pemerintahan transisi harus dibentuk. Ini menjadi kepentingan semua orang," imbuh Hollande.
Secara tidak langsung, Hollande menyentil pihak-pihak yang memilih untuk berada di belakang rezim Assad daripada mendorong berakhirnya kekerasan dan konflik yang merajalela di Suriah. Diketahui bahwa dalam pertemuan internasional ini, Rusia dan China yang merupakan sekutu Suriah tidak ikut hadir.
"Bagi mereka yang masih mempertahankan rezim Bashar al-Assad, demi menghindari kekacauan, saya memperingatkan mereka bahwa mereka justru akan mengalami rezim yang tidak disukai dan kekacauan. Dan kekacauan ini justru akan mengancam kepentingan mereka sendiri," tegasnya.
Bersama China, Rusia yang merupakan satu-satunya negara yang memiliki pelabuhan di Suriah, telah dua kali memveto resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan tegas dalam mengatasi konflik Suriah.
(nvc/ita)











































