Adalah Jenderal Manaf Tlas yang merupakan komandan Garda Republik yang pro-Assad, akhirnya juga membelot dan kabur ke Turki. Menurut pihak oposisi Suriah, dalam waktu dekat Tlas akan mengumumkan alasannya meninggalkan Assad. Kabarnya, pembelotan ini dilakukan karena dia marah dengan begitu banyaknya warga sipil yang tewas.
Melalui telepon, salah seorang saksi mata di Damaskus mengakui, dirinya menyaksikan rumah milik Tlas didobrak dan dirampok oleh tentara pemerintah usai berita pembelotannya terkuak. Seorang sumber lainnya menuturkan, Tlas telah melepaskan jabatannya dan kini tengah dalam perjalanan menuju ke Paris, Prancis tempat sebagian besar keluarganya tinggal.
Secara terpisah, kabar pembelotan Tlas ini dibenarkan oleh Komandan Free Syrian Army (FSA), Riad al-Assad kepada Al Jazeera di Turki. "Orang kami yang menjemputnya (Tlas) di perbatasan Suriah," terang Riad, seperti dilansir oleh Al Jazeera, Jumat (6/7/2012).
Pada Kamis (5/7) kemarin, dikabarkan bahwa Presiden Assad belum bertemu dengan Tlas sejak kabar pembelotan ini terkuak. Jika benar Tlas memutuskan untuk menarik dukungannya terhadap Assad dan berdiri di belakang oposisi, maka ini menjadi hal yang menyakitkan bagi Assad.
Sebabnya, Tlas dan Assad bersama-sama mengikuti akademi militer semasa muda. Selain itu, Tlas juga tercatat sebagai orang paling dekat Assad yang akhirnya membelot, sepanjang konflik Suriah yang telah berlangsung 16 bulan.
Tlas merupakan anak dari mantan Menteri Pertahanan Suriah, Mustafa Tlas, yang menjabat selama 30 tahun di bawah kepemimpinan Presiden Hafez al-Assad dan putranya, Presiden Assad. Kerabat Tlas lainnya, yakni Abdul Razzak Tlas, telah membelot pada tahun lalu. Abdul Razzak yang berpangkat letnan dalam militer Suriah tersebut, kini menjadi komandan tentara pembelot FSA untuk wilayah Homs.
(nvc/ita)











































