Wuih... Capres AS Mitt Romney Raup Dana Kampanye Rp 938 M Dalam Sebulan

Wuih... Capres AS Mitt Romney Raup Dana Kampanye Rp 938 M Dalam Sebulan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 06 Jul 2012 13:19 WIB
Wuih... Capres AS Mitt Romney Raup Dana Kampanye Rp 938 M Dalam Sebulan
Mitt Romney (AFP)
Washington, - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Mitt Romney, berhasil menggalang dana kampanye hingga US$ 100 juta atau Rp 938 miliar pada bulan Juni lalu. Jumlah ini memecahkan rekor penggalangan dana kampanye terbesar di AS pada tahun 2012 ini.

Jumlah sumbangan dana kampanye yang diraih oleh Romney ini juga disebut-sebut menekan tim penggalangan dana kampanye incumbent, Presiden Barack Obama. Demikian seperti diungkapkan oleh media yang bermarkas di Washington, Politico, dan dilansir oleh AFP, Jumat (6/7/2012).

Meskipun masih kalah jauh jika dibandingkan dengan penggalangan dana kampanye Obama pada September 2008 lalu yang mencapai US$ 150 juta, namun pencapaian Romney ini cukup mengejutkan publik. Terlebih karena berhasil diraup pada masa 5 bulan sebelum pemilu digelar pada November mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencapaian dana kampanye Romney ini bocor ke publik lebih awal dari jadwal seharusnya. Tim kampanye Obama saja belum mengumumkan jumlah penggalangan dana kampanye Obama untuk bulan Juni. Kendati demikian, diprediksikan bahwa pencapaian Romney akan kembali mengungguli pencapaian Obama seperti yang terjadi sebelumnya.

Diketahui pada Mei lalu, Romney berhasil meraup dana kampanye sebesar US$ 76 juta. Jumlah ini jauh di atas jumlah penggalangan dana yang diraup Obama, yang mencapai US$ 60 juta. Pada bulan yang sama, Romney ditetapkan sebagai kandidat utama Partai Republik yang akan bertarung melawan Obama dalam pemilu November mendatang.

Meskipun tidak berperan dalam menentukan kemenangan salah satu kandidat, namun penggalangan dana kampanye sangat penting dalam pemilihan presiden AS. Terutama ketika para kandidat harus melakukan kampanye keliling negara dalam beberapa bulan serta kebutuhan untuk memasang iklan-iklan kampanye, yang tentu saja bisa menghabiskan dana tidak sedikit, bahkan bisa mencapai ratusan juta dolar AS.

(nvc/ita)


Berita Terkait