"Materi yang memalukan bagi Suriah, tetapi juga akan memalukan lawan eksternal Suriah," kata pendiri WikiLeaks Julian Assange seperti diberitakan AFP, Jumat (6/7/2012).
"Ini membantu kita untuk tidak hanya mengkritik satu kelompok atau lainnya, tetapi untuk memahami kepentingan mereka, tindakan dan pikirannya," tambah Assange.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam bocoran pertama disebutkan bahwa perusahaan pertahanan Italia, Finmeccanica terus memasok dukungan untuk peralatan komunikasi kepada rezim Suriah setelah kerusuhan dimulai pada Maret tahun lalu.
WikiLeaks menyatakan terdapat sekitar 2.434.899 email dari kementerian-kementerian Suriah, termasuk kementerian urusan luar negeri, keuangan dan urusan presiden. Ada sekitar 400.000 email dalam bahasa Arab tetapi ada juga 68.000 email dalam bahasa Rusia.
Untuk menerbitkan jutaan email ini, WikiLeaks mengatakan telah bekerjasama dengan media Al-Akhbar di Libanon, Al Masry Al Youm di Mesir, Associated Press Newswire, Espresso di Italia, NDR / ARD di Jerman, Owni di Perancis dan Publico di Spanyol.
(fiq/mpr)











































