Banjir menerjang kawasan tambang tersebut pada Rabu (4/7) malam hingga hari ini. Namun, belum satupun orang yang terjebak di dalam areal tambang tersebut bisa diselamatkan.
Upaya penyelamatan pun masih terus dilakukan oleh otoritas setempat hingga saat ini. Demikian seperti diberitakan kantor berita Xinhua dan dilansir oleh Asia One, Kamis (5/7/2012),
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah China menyatakan, upaya peningkatkan standar keamanan kerja telah dilakukan dan berlangsung efektif. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya angka korban tewas akibat kecelakaan kerja di kawasan tambang pada tahun 2011, yakni sebanyak 1.973 orang tewas. Angka tersebut dilaporkan menurun sebanyak 19 persen dari jumlah tahun 2010.
Namun kelompok aktivis hak-hak buruh menyatakan, angka kematian justru semakin bertambah dari tahun ke tahun. Menurut mereka, banyak insiden di kawasan tambang yang tidak dilaporkan kepada pemerintah karena para bos tambang enggan rugi besar ataupun demi menghindari sanksi.
Diketahui bahwa China merupakan salah satu negara pengguna batubara terbesar di dunia. Negeri Tirai Bambu ini sangat bergantung pada bahan bakar ini, yakni hingga mencapai 70 persen penggunaan energi secara nasional.
(nvc/ita)











































