Palestina Serukan Penyelidikan Internasional Atas Kematian Yasser Arafat

Palestina Serukan Penyelidikan Internasional Atas Kematian Yasser Arafat

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 04 Jul 2012 17:08 WIB
Palestina Serukan Penyelidikan Internasional Atas Kematian Yasser Arafat
Mendiang Yasser Arafat (Xinhua)
Ramallah, - Hasil penelitian yang menyatakan mendiang Yasser Arafat tewas akibat diracun zat radioaktif polonium, memicu tanggapan langsung pemerintah Palestina. Mereka meminta dilakukannya penyelidikan internasional untuk mencari tahu penyebab pasti kematian mantan pemimpin Palestina itu.

"Kami menyerukan pembentukan komite penyelidikan internasional yang mencontoh pada komite investigasi internasional dalam mencari fakta-fakta pembunuhan mantan Perdana Menteri Libanon Rafiq Hariri," ujar pejabat senior pemerintahan Palestina, Saeb Erakat, seperti dilansir oleh Ahram Online, Rabu (4/7/2012).

Seruan ini muncul setelah hasil penelitian yang dilakukan pakar radiofisika dari Univeritas Lausanne, Swiss, Francois Bachud, diungkapkan kepada publik oleh media Al-Jazeera. Bochud melakukan penelitian laboratorium di Swiss terhadap sampel biologis yang diambil dari benda-benda peninggalan mendiang Arafat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui bahwa istri Arafat, Suha, bersedia menyerahkan sejumlah benda peninggalan suaminya yang meninggal pada tahun 2004 lalu tersebut kepada rumah sakit militer Percy di Paris, Prancis. Benda tersebut diketahui berupa pakaian yang terakhir dikenakan Arafat, kemudian sikat gigi dan kaffiyeh yang sering dipakai almarhum semasa hidup.

"Kesimpulannya yakni kami menemukan kandungan besar polonium dalam sampel-sampel tersebut," jelas Bochud yang merupakan Kepala Institut Radiofisika di Universitas Lausanne kepada Al-Jazeera.

Kandungan polonium dalam batas tinggi tersebut, menurut Bochud, tidak wajar ditemukan pada pakaian ataupun benda-benda sehari-hari. Namun Bochud menyatakan, diperlukan analisis lebih mendalam terhadap jasad Arafat jika ingin mengetahui lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi pada Arafat. Dan analisis tersebut hanya bisa dilakukan dengan membongkar makam Arafat di Ramallah, Tepi Barat dan memeriksa jasadnya kembali.

Secara terpisah, istri mendiang Arafat, Suha, sempat menyatakan niatnya untuk membongkar kembali makam Arafat di Ramallah. "Kita harus lanjut dan membongkar makam dan memeriksa jasad Yasser Arafat untuk mengungkapkan yang sebenarnya terjadi kepada seluruh umat muslim dan dunia Arab," tutur Suha dalam sebuah tayangan dokumenter yang disiarkan Al-Jazeera beberapa waktu lalu.

Arafat yang pernah memperoleh Nobel Perdamaian atas perjuangannya untuk Palestina selama hampir 4 dekade ini, meninggal dunia pada 11 November 2004 setelah menjalani perawatan beberapa minggu di rumah sakit. Arafat menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit militer Percy di Paris pada usia 75 tahun. Saat itu dikabarkan bahwa Arafat meninggal akibat penyakit misterius. Juga beredar spekulasi bahwa Arafat tewas diracun dan pihak Israel dituding sebagai dalang utama di balik kematian Arafat.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini