"Pesawat mata-mata RQ-170 milik AS tidak diragukan lagi akan diproduksi duplikatnya," ujar Komandan Divisi Dirgantara pada Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh seperti dilansir oleh Press TV, Rabu (4/7/2012).
Menanggapi sikap AS dan sejumlah pihak yang meragukan kemampuan Iran dalam mengakses informasi rahasia dalam pesawat tersebut, Hajizadeh tak ingin ambil pusing. Dia berkata, Iran tekah membuktikan kemampuannya saat berhasil meretas pesawat mata-mata tanpa awak tersebut hingga jatuh ke wilayahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Hajizadeh menyatakan, langkah-langkah pasca penduplikatan pesawat mata-mata ini akan dibahas dalam tingkat yang lebih tinggi oleh pemerintah Iran. Termasuk apakah informasi ataupun teknologi soal pesawat mata-mata ini akan dijual ke pihak lain, seperti yang dilakukan oleh Rusia.
Pada 1 Juli lalu, Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi menyatakan, pihaknya telah berhasil mendapatkan informasi baru dari pesawat mata-mata AS tersebut. Namun dia enggan menjelaskan lebih lanjut soal informasi baru tersebut.
"Mendapatkan rincian dan spesifikasi teknis dari RQ-170 sudah wajar terjadi dan pencapaian baru telah kami peroleh, namun, kami tidak ingin mempublikasikannya," ucapnya.
Sekadar mengingatkan, pesawat siluman RQ-170 Sentinel tersebut berhasil diretas oleh Iran saat melintas di atas Kota Kashmar, sekitar 225 kilometer dari perbatasan Afghanistan, hingga akhirnya terjatuh di wilayah Iran pada 4 Desember 2011 lalu. Setelah mendapat pesawat tersebut, Iran lantas menyatakan niatnya untuk membongkar dan mempelajari isi pesawat milik AS tersebut.
Pesawat jenis RQ-170 ini merupakan tipe pesawat mata-mata tanpa awak yang diproduksi oleh Lockheed Martin Company. Pesawat siluman ini tercatat sebagai pesawat mata-mata paling canggih milik AS.
(nvc/ita)











































