WNI berjenis kelamin perempuan ini diidentifikasi bernama Asna. Asna bekerja sebagai staf sebuah warung kopi yang terletak di Jalan Welfare, Kampung Baru Sungai Buloh.
Dalam insiden yang terjadi Selasa (3/7) pagi ini, Asna dan seorang WNI lainnya bernama Yehani (50) tinggal di dalam sebuah rumah kayu berlantai satu tepat di sebelah warung kopi tempat mereka bekerja. Ketika kebakaran terjadi, keduanya tengah tertidur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 2 wanita Indonesia yang bekerja kepadaku yang tidur di rumah dengan 4 kamar tersebut. Setelah melihat asap, saya berteriak dari luar meminta mereka untuk keluar dari rumah, tapi saya hanya melihat salah satu dari mereka yang berlari keluar rumah," ujar Tharitheran kepada Bernama dan dilansir oleh The Star, Selasa (3/7/2012).
Ketika api berhasil dipadamkan, Asna ditemukan telah tak bernyawa di dalam rumah tersebut. Belakangan, Tharitheran mengaku diberitahu oleh Yehani bahwa Asna bersikeras memadamkan api dan menolak untuk menyelamatkan diri keluar rumah.
Sementara itu, insiden kebakaran lainnya terjadi di sebuah rumah di wilayah Taman Puchong Perdana pada Selasa dini hari. Kebakaran ini menewaskan 5 orang warga negara Bangladesh, termasuk dua orang kakak-adik.
Menurut Kepala Dinas Penyelamat dan Pemadam Kebakaran Selangor, Mohamad Sani, para korban tewas akibat terjebak di dalam rumah berlantai dua tersebut saat kebakaran terjadi. Kelima korban tewas diketahui bernama Sarova Baboo, Ruman, Abdullah Al-Farhad, Mohamad basir dan Mohamad Farouk. Usia mereka diketahui antara 24-40 tahun.
Ditambahkan Sani, terdapat 7 warga negara Bangladesh yang tinggal di dalam rumah tersebut. Namun hanya 2 orang yang berhasil menyelamatkan diri dari kebakaran.
(nvc/nwk)











































