Assad Sesalkan Penembakan Jet Tempur Turki oleh Suriah

Assad Sesalkan Penembakan Jet Tempur Turki oleh Suriah

- detikNews
Selasa, 03 Jul 2012 15:16 WIB
Assad Sesalkan Penembakan Jet Tempur Turki oleh Suriah
Foto: AFP
Damaskus, - Presiden Suriah Bashar al-Assad menyampaikan penyesalannya atas insiden jatuhnya jet tempur Turki akibat ditembak militer Suriah pada 22 Juni lalu. Namun Assad bersikeras bahwa pesawat tersebut berada di wilayah Suriah.

Dikatakan Assad, militer Suriah mengira pesawat militer Suriah tersebut sebagai pesawat perang Israel yang pernah menyerang Suriah tahun 2007.

"Pesawat itu terbang dalam koridor udara yang di masa lalu digunakan tiga kali oleh Angkatan Udara Israel," kata Assad dalam wawancara dengan surat kabar Turki, Cumhuriyet dan dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambahkan Assad, dirinya menyesalkan insiden yang telah meningkatkan ketegangan antara kedua negara yang pernah bersekutu erat tersebut.

Assad pun membantah tudingan pemerintah Turki bahwa militer Suriah sengaja menembak jatuh jet F-4 Phantom, yang tengah dalam misi pelatihan di atas wilayah Mediterania itu.

"Negara yang dilanda perang selalu bertindak seperti ini, pesawat ini terbang dengan ketinggian sangat rendah dan ditembak jatuh oleh pertahanan anti-pesawat yang mengiranya sebagai pesawat Israel, yang menyerang Suriah tahun 2007," cetus Assad.

Menurut Assad, prajurit yang menembak jatuh pesawat militer Turki itu tidak memiliki radar dan tak mengetahui milik negara mana pesawat tersebut.

Assad pun menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga kedua pilot jet yang ditembak jatuh tersebut. Hingga kini kedua pilot Turki tersebut tidak ditemukan.

"Jika memang pesawat ini telah ditembak jatuh di wilayah internasional (seperti yang disebutkan Ankara) kami tak akan ragu untuk meminta maaf," tandas Assad.

Assad juga mengatakan, pemerintah Suriah tidak berencana mengirimkan pasukannya ke perbatasan dengan Turki. Meskipun Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengirimkan pasukan dan kendaraan-kendaraan lapis baja ke perbatasan kedua negara.

"Apapun yang dilakukan pemerintahan Erdogan, kami tak akan meneruskan dengan konsentrasi pasukan di perbatasan. Rakyat Turki adalah teman dan memahami kami," imbuh Assad.

(ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads