Dikatakan Assad, militer Suriah mengira pesawat militer Suriah tersebut sebagai pesawat perang Israel yang pernah menyerang Suriah tahun 2007.
"Pesawat itu terbang dalam koridor udara yang di masa lalu digunakan tiga kali oleh Angkatan Udara Israel," kata Assad dalam wawancara dengan surat kabar Turki, Cumhuriyet dan dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Assad pun membantah tudingan pemerintah Turki bahwa militer Suriah sengaja menembak jatuh jet F-4 Phantom, yang tengah dalam misi pelatihan di atas wilayah Mediterania itu.
"Negara yang dilanda perang selalu bertindak seperti ini, pesawat ini terbang dengan ketinggian sangat rendah dan ditembak jatuh oleh pertahanan anti-pesawat yang mengiranya sebagai pesawat Israel, yang menyerang Suriah tahun 2007," cetus Assad.
Menurut Assad, prajurit yang menembak jatuh pesawat militer Turki itu tidak memiliki radar dan tak mengetahui milik negara mana pesawat tersebut.
Assad pun menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga kedua pilot jet yang ditembak jatuh tersebut. Hingga kini kedua pilot Turki tersebut tidak ditemukan.
"Jika memang pesawat ini telah ditembak jatuh di wilayah internasional (seperti yang disebutkan Ankara) kami tak akan ragu untuk meminta maaf," tandas Assad.
Assad juga mengatakan, pemerintah Suriah tidak berencana mengirimkan pasukannya ke perbatasan dengan Turki. Meskipun Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengirimkan pasukan dan kendaraan-kendaraan lapis baja ke perbatasan kedua negara.
"Apapun yang dilakukan pemerintahan Erdogan, kami tak akan meneruskan dengan konsentrasi pasukan di perbatasan. Rakyat Turki adalah teman dan memahami kami," imbuh Assad.
(ita/nrl)











































