"Mereka dalam kondisi selamat dan tengah bersama kami, mereka telah dibebaskan," ujar juru bicara militer Kenya, Cyrus Oguna, kepada AFP, Senin (2/7/2012).
Menurut Oguna, keempat relawan tersebut dibebaskan di wilayah Somalia, pada Jumat (29/6) lalu, dalam operasi gabungan yang dilakukan oleh militer Kenya dan Somalia. Baku tembak sempat terjadi antara militer Kenya dan Somalia dengan para penculik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat relawan asing yang tergabung dalam Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) tersebut, terdiri atas 2 relawan pria dan 2 relawan wanita. Mereka berkewarganegaraan Norwegia, Kanada, Filipina, dan seorang berkebangsaan ganda Kanada dan Pakistan.
Dituturkan Oguna, salah satu relawan mengalami luka tembak di bagian kaki. Namun secara keseluruhan, keempat relawan asing tersebut dalam keadaan sehat walafiat dan tengah berada di wilayah perbatasan Dhobley, Somalia.
"Mereka kelelahan, mereka telah berjalan jauh dan kaki mereka lecet-lecet, dan salah satu relawan terkena tembakan di kaki, tapi yang lainnya dalam kondisi sehat. Mereka kini tengah menerima peawatan kesehatan di markas kami sembari menunggu diterbangkan kembali ke Kenya," jelasnya.
Secara terpisah, komandan militer Somalia di Dhobley, Mohamed Dini Adan, mengatakan tentara militer gabungan berhasil menghentikan para penculik yang berusaha besembunyi dan menyusup di antara para tentara. Seorang sopir asal Kenya tewas terbunuh dalam baku tembak yang terjadi Jumat lalu, sedangkan 2 orang lainnya mengalami luka-luka.
(nvc/)











































