Tidak hanya itu saja, mobil-mobil mewah bermerek Mercedes yang ikut serta dalam parade tersebut, diduga masuk ke dalam negara komunis tersebut dengan cara diselundupkan. Demikian seperti diungkapkan oleh sejumlah pakar sanksi dari PBB dalam laporannya yang dipublikasikan Jumat (29/6) dan dilansir oleh AFP, Sabtu (30/6/2012).
Dalam laporannya, para pakar PBB tersebut menyatakan bahwa 6 buah rudal baru jenis KN-08 yang disebut-sebut buatan Korut dan dipamerkan dalam parade yang digelar pada 15 April lalu, adalah palsu. Saat itu, rudal baru jenis KN-08 dipamerkan bersama dengan rudal-rudal milik Korut jenis lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para pengamat rudal menyampaikan sejumlah keraguannya terhadap status operasional dari rudal Musudan dan yang terbaru rudal KN-08, sebab terhadap keduanya belum dilakukan uji coba. Para pengamat memperdebatkan apakah rudal KN-08 tersebut merupakan tiruan atau contoh belaka," imbuh laporan tersebut.
Delapan kendaraan peluncur rudal yang dipamerkan dalam parade tersebut juga mengejutkan para pengamat asing. Mereka menilai, Korut belum memiliki kemampuan untuk merakit kendaraan semacam itu. Sebuah media Jepang, Asahi Shimbun, bahkan pernah memberitakan bahwa China memang mengirimkan sejumlah kendaraan peluncur rudal buatannya ke wilayah Korut. Namun hal ini telah dibantah oleh China.
Selain soal rudal, para pakar PBB ini juga menyoroti 2 mobil limusin bermerek Mercedez Benz yang dimodifikasi dan ikut dipamerkan dalam parade militer yang digelar di Pyongyang tersebut. Menurut laporan tersebut, kendaraan yang digunakan dalam parade tersebut merupakan Mercedes keluaran terbaru, yakni tipe S-Class S600.
Para pakar PBB menilai, besar kemungkinan kendaraan-kendaraan tersebut masuk ke Korut dengan cara diselundupkan. Sebab di bawah sanksi PBB pasca uji coba nuklir pada 2006 dan 2009 silam, Korut dilarang keras untuk mengimpor barang-barang mewah.
(nvc/ndr)










































