Kementerian Urusan Sipil China menuturkan, hujan deras yang tiada henti mengguyur 399 daerah yang terletak di 11 provinsi di China, seperti di Inner Mongolia, Zhejiang, Fujian, Jiangxi, Hubei, Hunan, Guangdong, Guangxi, Chongqing, Sichuan dan Guizhou. Sekitar 10,4 juta penduduk yang tinggal di wilayah-wilayah tersebut pun terkena dampaknya, dimana 1,2 juta penduduk membutuhkan bantuan darurat.
Seperti diberitakan oleh Shanghai Daily, Sabtu (30/6/2012), korban tewas akibat banjir ini muncul di sejumlah wilayah. Untuk wilayah Guangxi, dilaporkan 11 orang tewas akibat bencana alam ini. Kemudian di wilayah Guizhou, dilaporkan 3 orang tewas dan belasan lainnya luka-luka akibat tanah longsor yang dipicu oleh hujan deras,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu saja, hujan deras yang berujung pada banjir disertai lumpur ini juga merobohkan 34 ribu rumah, merusak 89 rumah lainnya dan menghancurkan 739 ribu hektar lahan pertanian di wilayah tersebut. Untuk sementara, bencana alam ini ditaksir menimbulkan kerugian ekonomi sebesar 10,3 miliar yuan (Rp 15,2 triliun).
Menurut pihak kementerian, sejumlah wilayah yang terkena dampak telah dilanda hujan deras sejak April lalu, hingga akhirnya sejumlah tanaman pertanian pun rusak dan tidak bisa dipanen. Diketahui bahwa lebih dari separuh wilayah yang terkena dampak, merupakan wilayah miskin dimana warganya sangat bergantung pada bantuan pemerintah.
Pemerintah China pun telah mencarikan bantuan sebesar 90 juta yuan (Rp 132 miliar) kepada sejumlah pemerintah daerah yang wilayahnya terkena dampak. Dari jumlah tersebut, sebesar 20 juta yuan (Rp 29 miliar) dialokasikan untuk wilayah Inner Mongolia, yang menjadi wilayah terparah terkena bencana.
(nvc/ndr)










































