Seperti disampaikan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan dilansir oleh Reuters, Sabtu (30/6/2012), gempa ini terjadi sekitar pukul 05.07 waktu setempat. USGS mencatat, pusat gempa berada di lokasi sejauh 141 km dari kota Shihezi, Xinjiang, yang banyak dihuni oleh warga muslim Uighur.
Menurut USGS, gempa ini berpusat di kedalaman yang cukup dangkal, yakni sekitar 18 km dari permukaan air laut. Akibatnya, getaran gempa dirasakan secara luas dan cukup kuat oleh warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu di wilayah dekat pusat gempa, aliran listrik di rumah warga sempat terputus akibat gempa. Sejumlah rumah warga bahkan dilaporkan mengalami kerusakan pasca gempa terjadi.
Laporan awal menyebutkan, sekitar 10 orang mengalami luka-luka saat berusaha menyelamatkan diri dari gempa ini. Satu orang korban mengalami luka cukup parah dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Sebagian besar korban luka merupakan turis.
"Pusat gempa berada di daerah pegunungan yang jarang penduduk dan terpencil. Saat ini kami belum mendapat laporan adanya korban tewas atau kerusakan parah, tapi kami terus memantau," tutur ahli geofisikawan dari USGS, Chen Shengzao kepada Reuters.
Diketahui bahwa gempa berkekuatan 6,3 SR memang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kerusakan parah.
(nvc/fdn)











































