"(Morsi) akan pergi pukul 11.00 pada Sabtu ke Pengadilan Konstitusional untuk diambil sumpahnya di depan majelis umum Pengadilan," demikian statemen kepresidenan yang dirilis kantor berita resmi Mesir, MENA dan dilansir News.com.au, Jumat (29/6/2012).
Setelah pengambilan sumpah, Morsi kemudian akan pergi ke Universitas Kairo untuk merayakan pelantikannya dan menyampaikan pidato publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan setuju untuk diambil sumpahnya oleh Pengadilan Konstitusional, Morsi berarti mengakui keputusan pengadilan untuk membubarkan parlemen.
Dalam putaran kedua pemilihan presiden bersejarah Mesir, Morsi berhasil mengalahkan rivalnya, mantan perdana menteri era kepresidenan Hosni Mubarak, Ahmed Shafiq dengan mengumpulkan 51,73 persen suara. Dengan kemenangannya ini, Morsi menjadi presiden Islamis pertama Mesir yang terpilih secara demokratis.
Morsi dilahirkan pada 20 Agustus 1951 di Provinsi Sharqiya. Dia lulus dengan meraih gelar sarjana teknik dari Universitas Kairo, Mesir pada tahun 1975. Dia mendapatkan gelar Master dari universitas yang sama, enam tahun kemudian.
Morsi kemudian mendapatkan gelar PhD dari University of Southern California, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1982. Dengan gelar doktornya, Morsi sempat mengajar di sejumlah universitas di AS. Namun dia kemudian pulang ke Mesir pada tahun 1985 dan mengajar di Zagazig University.
Morsi beristrikan seorang wanita yang menjadi aktivis Ikhwanul Muslimin. Dari pernikahan itu, Morsi mendapatkan 5 anak yang telah memberinya 3 cucu. Dua dari kelima anak Morsi memegang status kewarganegaraan AS.
(ita/)











































