Menurut kantor berita resmi Suriah, SANA, serangan itu dilakukan para teroris. Selama ini rezim pemerintah Suriah menyebut para pemberontak sebagai "teroris".
Diberitakan SANA seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (27/6/2012), para penyerang juga mengobrak-abrik kantor saluran TV Al-Ikhbariya tersebut. Namun media tersebut tetap mengudara meski adanya serangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini situasi di Suriah kian memburuk. Pertempuran antara pasukan Suriah dan kelompok-kelompok pemberontak kian intens terjadi di sejumlah wilayah. Menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, sedikitnya 116 orang tewas dalam pertempuran di Damaskus dan sekitarnya pada Selasa, 26 Juni.
Menurut Observatory, para korban tewas tersebut terdiri dari 68 warga sipil, 41 tentara dan 7 pemberontak.
"Pertempuran ganas terjadi di sekitar posisi-posisi Garda Republik di Qudsaya dan Al-Hama (sekitar 8 kilometer dari Damaskus)," kata kepala Observatory, Rami Abdel Rahman kepada AFP.
Sebelumnya pada Senin, 25 Juni waktu setempat, sebanyak 95 orang tewas, termasuk 61 warga sipil, dalam serangan militer Suriah ke basis-basis pemberontak di sejumlah daerah di Suriah. Menurut Observatory, pergolakan yang terjadi di Suriah sejak Maret 2011 lalu telah merenggut lebih dari 15 ribu nyawa.
(ita/vta)











































