Presiden Lugo dilengserkan melalui sidang impeachment di Asuncion, Paraguay pada Jumat (22/6) waktu setempat. Lugo pun digantikan oleh Wakil Presiden Federico Franco dari Partai Liberal Radikal Otentik.
"Tanpa diragukan lagi telah terjadi kudeta di Paraguay. Ini tak bisa diterima," cetus Presiden Argentina Cristina Kirchner seperti dilansir AFP, Sabtu (23/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara-negara Amerika Tengah pun mengeluarkan pernyataan bersama yang isinya menyerukan komunitas internasional untuk menolak pemecatan Lugo.
Para anggota parlemen Paraguay memecat Lugo karena dianggap berkinerja buruk saat melakukan penggusuran lahan pada Jumat, 15 Juni lalu, yang menyebabkan tujuh polisi dan setidaknya sembilan petani tewas dalam bentrokan.
Bentrokan terjadi di kawasan timur Provinsi Canindeyu. Saat itu lebih dari 300 polisi mencoba menggusur 150 petani tak berlahan dari properti yang dimiliki oleh seorang pengusaha kaya yang merupakan lawan politik Lugo. Penggusuran itu berubah menjadi kekerasan dan para petani menembaki polisi.
Menurut para petani tak berlahan, lahan tersebut diambil secara ilegal selama rezim milier Jenderal Alfredo Stroessner berkuasa tahun 1954-1989 dan dibagikan kepada para sekutunya.
(ita/ita)











































