Barat Serukan Presiden Suriah Mundur, Rusia Tak Setuju

Barat Serukan Presiden Suriah Mundur, Rusia Tak Setuju

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 22 Jun 2012 12:07 WIB
Barat Serukan Presiden Suriah Mundur, Rusia Tak Setuju
Moskow, - Pemerintah Rusia menolak keras setiap rencana damai yang mencakup seruan bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur dan mengasingkan diri. Skema seperti itu dianggap tidak layak karena Assad tak akan mengundurkan diri.

"Ada rencana yang menyebutkan Presiden Assad harus pergi ke suatu tempat sebelum sesuatu terjadi dalam hal penghentian kekerasan dan proses politik, rencana ini tak akan berhasil sedari awal," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov kepada kantor berita Rusia, Interfax.

"Itu tidak layak karena dia tak akan pergi," cetus Lavrov seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suriah telah mengalami pergolakan sejak pertengahan Maret 2011 lalu. Para demonstran antipemerintah Suriah terus menuntut pengunduran diri Presiden Assad.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan negara-negara Barat telah terang-terangan mendesak Assad untuk mundur guna menyelesaikan krisis Suriah. Namun Presiden Rusia Vladimir Putin bersikeras menolak adanya intervensi asing dalam konflik Suriah.

"Tak ada yang berhak memutuskan bagi negara-negara lain soal siapa yang harus berkuasa dan siapa yang tidak," cetus Putin pada 20 Juni waktu setempat.

"Perubahan kekuasaan, jika memang terjadi -- dan itu hanya bisa terjadi dengan cara-cara konstitusional -- harus menghasilkan perdamaian dan menghentikan pertumpahan darah," tegas Putin.

(ita/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini