"Ada rencana yang menyebutkan Presiden Assad harus pergi ke suatu tempat sebelum sesuatu terjadi dalam hal penghentian kekerasan dan proses politik, rencana ini tak akan berhasil sedari awal," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov kepada kantor berita Rusia, Interfax.
"Itu tidak layak karena dia tak akan pergi," cetus Lavrov seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan negara-negara Barat telah terang-terangan mendesak Assad untuk mundur guna menyelesaikan krisis Suriah. Namun Presiden Rusia Vladimir Putin bersikeras menolak adanya intervensi asing dalam konflik Suriah.
"Tak ada yang berhak memutuskan bagi negara-negara lain soal siapa yang harus berkuasa dan siapa yang tidak," cetus Putin pada 20 Juni waktu setempat.
"Perubahan kekuasaan, jika memang terjadi -- dan itu hanya bisa terjadi dengan cara-cara konstitusional -- harus menghasilkan perdamaian dan menghentikan pertumpahan darah," tegas Putin.
(ita/nrl)










































