"Ini merupakan hari paling berdarah sejak dimulainya gencatan senjata (pada 12 April) dan salah satu hari yang paling berdarah sejak awal revoluasi menentang rezim Suriah," ujar Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman kepada kantor berita AFP, Jumat (22/6/2012).
Menurut organisasi pemantau HAM Suriah tersebut, sepanjang Kamis, sebanyak 104 warga sipil tewas dalam berbagai serangan juga pertempuran antara pasukan Suriah dan pemberontak. Sebanyak 54 tentara dan 10 pejuang pemberontak juga tewas di hari yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun di wilayah Deraa, Suriah selatan, sedikitnya 24 warga sipil tewas termasuk dua anak-anak. Lima pejuang pemberontak juga tewas pada Kamis (21/6) tersebut.
Menurut Observatory, lebih dari 15 ribu orang telah tewas sejak revolusi menentang rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dimulai pada Maret 2011 lalu.
(ita/nrl)











































