Perang saudara di Libya masih terus terjadi sejak setahun setelah jatuhnya pemerintahan Moammar Khadafi. Terbaru, hakim Libya, Jumaa Hassan al-Jazwi, tewas ditembak sekelompok orang tidak dikenal. Penembakan itu terjadi ketika Jumaa hendak menunaikan shalat ashar.
"Ayah saya dibunuh dalam perjalanan ke masjid Shaheed Ahmed Sharif di kota timur Benghazi, tempat lahirnya pemberontakan yang menggulingkan rezim Khadafi," kata putra Jumaa, Ali al Jazwi, sebagaimana dikutip dari Al Arabiya News, Jumat (22/6/2012) .
Penembakan itu terjadi pada Kamis (21/6) kemarin. Para pelaku melepaskan tembakan ke arah Jumaa dari sebuah mobil yang mereka gunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pejabat di Benghazi Medical Centre yang mengkonfirmasi kematian tersebut, menyebutkan terdapat sejumlah luka di tubuh jasad Jumaa. Peluru yang mengenai jasad Jumaa masuk dari sisi kanan dan keluar melalui sebelah kiri.
Abdul Fatah Yunus sendiri telah tewas secara misterius. Yunes adalah bagian dari kelompok yang membantu membawa Khadafi ke puncak kekuasaan pada 1969. Namun membelot pada bulan Februari 2011 untuk bergabung dengan pemberontakan populer yang meningkat menjadi pemberontakan yang didukung NATO. Langkah politik Yunus membuat Khadafi berang dan memecatnya.
(rmd/rvk)











































