Kedua pria muda itu berusia sekitar 20-an tahun. Mereka membakar diri mereka di Chenduo, Provinsi Qinghai pada Rabu, 20 Juni waktu setempat setelah meninggalkan surat yang menyerukan solidaritas di kalangan warga Tibet.
Demikian disampaikan kelompok Free Tibet yang berbasis di London, Inggris seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (21/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Xinhua, otoritas China tidak memberikan data mengenai nama-nama dan usia kedua pria tersebut. Namun menurut Free Tibet, keduanya diidentifikasi sebagai Nyawang Norpal (22) dan Tenzin Kaldrup (24) yang tewas di tempat kejadian.
Sementara media Radio Free Asia memberitakan, kedua pria itu membawa bendera Tibet dan menyerukan kemerdekaan Tibet serta kepulangan pemimpin spiritual Tibet yang mengasingkan diri, Dalai Lama.
Sejak Maret 2011 lalu, setidaknya 40 orang warga Tibet telah melakukan aksi bakar diri. Menurut para aktivis, aksi bakar diri ini sebagai bentuk protes atas kebijakan-kebijakan pemerintah China yang represif.
Yang terbaru, pada pekan lalu di Qinghai, seorang pria paruh baya tewas setelah membakar dirinya di wilayah yang dihuni banyak warga Tibet itu.
Warga Tibet telah sejak lama menentang kekuasaan China atas wilayah mereka. Alasannya, Beijing telah membatasi kebebasan beragama dan budaya mereka terkikis oleh gelombang masuk warga Han China, kelompok etnis utama di negeri itu.
(ita/nrl)











































