Bahkan Mohd Azhar Nordin, sang pemilik rumah mengatakan seperti dilansir harian Malaysia, The Star, Rabu (20/6/2012), rumahnya itu telah kemalingan enam kali dalam tiga tahun terakhir.
Terakhir kali rumah kontraktor itu dirampok pada tahun 2011 lalu. Saat itu para perampok berhasil membawa kabur perhiasan anak perempuannya. Tidak disebutkan apakah para perampok dalam kejadian-kejadian sebelumnya telah berhasil ditangkap polisi atau belum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan The Star, ketiga pria Indonesia itu sedang mencoba membobol rumah milik kontraktor Mohd Azhar, namun aksi mereka dipergoki oleh polisi yang berpatroli di daerah tersebut.
Dua dari ketiga pria itu mencoba masuk ke rumah berlantai dua itu. Sementara seorang pria lainnya menunggu di dalam mobil.
Menyadari keberadaan polisi, kedua tersangka tadi langsung bergegas masuk ke mobil dan mencoba kabur. Namun mereka tak bisa kabur terlalu jauh karena kendaraan mereka kemudian tergelincir keluar dari jalur. Para tersangka kemudian keluar dari mobil dan mengambil langkah seribu.
Dikatakan pejabat kepolisian Selangor, Mohd Adnan Abdullah, saat itulah, polisi yang mengejar mereka mengeluarkan tembakan peringatan. Namun para tersangka malah mengeluarkan pistol dan langsung menembak. Polisi pun balas menembak. Ketiga pria itu tewas di tempat kejadian.
Dari lokasi kejadian, polisi menyita sebuah pistol semi-otomatis dan sebuah pistol revolver. Polisi juga menemukan alat-alat pembobol rumah di mobil para perampok tersebut. Mobil tersebut dilaporkan merupakan mobil yang dicuri di Puchong pada 7 Januari lalu.
Jasad ketiga pria itu dikirimkan ke rumah sakit Kuala Lumpur untuk pemeriksaan post-mortem.
(ita/nrl)











































