Mubarak Diberitakan Sekarat, Mesir Segera Berikan Pernyataan Resmi

Mubarak Diberitakan Sekarat, Mesir Segera Berikan Pernyataan Resmi

- detikNews
Rabu, 20 Jun 2012 09:11 WIB
Mubarak Diberitakan Sekarat, Mesir Segera Berikan Pernyataan Resmi
Kairo, - Kondisi presiden terguling Mesir Hosni Mubarak simpang siur. Sejumlah media Mesir memberitakan Mubarak telah dinyatakan meninggal secara klinis. Namun ada pula yang menyebut Mubarak koma.

Untuk menjawab kesimpangsiuran itu, otoritas Mesir akan segera mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kondisi kesehatan Mubarak.

"Pernyataan resmi akan segera diumumkan mengenai kesehatan Mubarak," demikian diberitakan stasiun televisi pemerintah Mesir, Nile TV seperti dilansir AFP, Rabu (20/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang anggota dewan militer berkuasa Mesir juga mengatakan kepada AFP, akan ada statemen resmi mengenai Mubarak beberapa saat lagi.

Media Mesir sebelumnya memberitakan bahwa Mubarak telah dinyatakan meninggal secara klinis setibanya di rumah sakit militer di Kairo. Mubarak dilaporkan mengalami stroke dan dipindahkan dari penjara ke rumah sakit militer dengan helikopter untuk mendapatkan bantuan medis.

Mantan diktator yang berkuasa selama tiga dekade itu dilaporkan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Bahkan tim dokter harus menggunakan alat kejut jantung beberapa kali.

Banyak polisi terlihat berjaga di depan rumah sakit. Sejumlah pendukung maupun penentang Mubarak juga berkumpul di sekitar rumah sakit.

Namun sumber-sumber medis mengungkapkan, mantan presiden berumur 84 tahun itu dalam keadaan koma dan harus menggunakan alat bantu pernafasan. Sejumlah jenderal dewan militer Mesir membenarkan hal ini.

Sebelumnya, Mubarak dirawat di rumah sakit penjara tempat dirinya menjalani hukuman bui seumur hidup. Mubarak divonis penjara seumur hidup pada 2 Juni lalu atas dakwaan keterlibatan dalam kematian para demonstran selama revolusi tahun 2011 lalu, yang berhasil menggulingkan pemerintahannya. Selama ditahan, Mubarak dilaporkan mengalami masalah jantung dan tekanan darah tinggi.


(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads