Bom tersebut meledak di sebuah tenda yang dipenuhi sekitar 150 pelayat. Para pelayat tersebut sedang berkumpul untuk mengikuti prosesi pemakaman seorang pemimpin suku Syiah di Kota Baqouba, Irak utara.
Seorang tentara, empat perwira polisi dan tujuh petugas keamanan termasuk di antara para korban yang tewas dalam kejadian pada Senin, 18 Juni waktu setempat itu. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (19/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah pasti ini cara Al-Qaeda -- menargetkan orang-orang tak bersalah untuk menimbulkan kerusuhan sektarian," cetus Sadiq al-Husseini, ketua dewan provinsi Diyala.
Insiden ini terjadi menyusul serangkaian serangan terhadap warga muslim Syiah di sejumlah wilayah Irak, yang menewaskan lebih dari 100 orang pekan lalu. Pada 16 Juni lalu, dua ledakan bom mobil menewaskan sekitar 32 orang di hari peringatan kematian seorang imam Syiah, Imam Musa Kazim (PBUH). Kemudian pada 13 Juni lalu, rentetan serangan yang dilakukan para militan Al-Qaeda menewaskan 72 orang.
Kekerasan telah meningkat di Irak sejak Desember 2011 lalu. Tepatnya setelah perintah penangkapan dikeluarkan atas Wakil Presiden Irak Tariq al-Hashemi yang telah menjadi buronan. Dia dikenai dakwaan memimpin skuad kematian yang menargetkan para pejabat Irak dan warga muslim Syiah.
(ita/nrl)











































