Tiga surat kabar yang seluruh terbitannya disita otoritas Sudan itu adalah, Al- Ahdath, Al Watan, dan Al Jarida. Seperti dilansir AFP, penyitaan dilakukan hari Minggu (17/6/2012).
Tindakan sewenang-wenang pemerintah di bawah Presiden Omar al Bashir serta kekhawatiran memburuknya kebebasan pers, bertepatan dengan peningkatan eskalasi ketegangan antara Khartoum dan Juba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka ingin menendang kami keluar dari pasar. Ini adalah hal buruk bagi kebebasan berekspresi di Sudan," imbuh Shinger.
Jumat lalu, harian independen lainnya, Al Awwal dan Jarida Lahza, hasil cetakan disita pihak keamanan Sudan sebelum terdistribusi.
Selasa sebelumnya dalam pekan yang sama, pejabat keamanan Sudan mengambil seluruh cetakan Al Ahram yang berisikan wawancara dengan pejabat Sudan Selatan. Pemerintah juga melarang penerbitan surat kabar Al Tayar sampai periode waktu yang tidak ditentukan.
(ahy/mei)











































