Bunga dan Air Mata Untuk Penantian 21 Tahun 'The Lady'

Bunga dan Air Mata Untuk Penantian 21 Tahun 'The Lady'

Rachmadin Ismail - detikNews
Sabtu, 16 Jun 2012 23:12 WIB
Bunga dan Air Mata Untuk Penantian 21 Tahun The Lady
Oslo - Tokoh pro demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi harus menunggu 21 tahun untuk menerima nobel perdamaian. Air mata haru dan karangan bunga mengiringi proses penyerahan ini.

Diberitakan news.com.au, Sabtu (16/6/2012), para pendukung Suu Kyi dari beberapa negara juga ikut hadir dalam prosesi serah terima nobel di Oslo, Norwegia. Mereka ikut berbahagia atas keberhasilan 'The Lady' dalam memperjuangkan kebebasannya.

Berbaju etnik khas Myanmar, para pendukung Suu Kyi ini berkumpul di pinggiran balaikota Oslo. Hujan tak menyurutkan niat mereka untuk berpesta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sangat senang," ucap salah seorang biksu Vicittasara, yang sengaja terbang dari India ke Oslo untuk melihat momen langka ini.

"Ayahnya adalah bapak kemerdekaan, sekarang kami juga merasa dia (Suu Kyi) adalah ibu dari demokrasi," tambahnya. Ayah Suu Kyi adalah Jenderal Aung San yang diberi gelar pahlawan atas jasa-jasanya membela kemerdekaan.

Biili Vanhmun (17), memberi dukungan bagi Suu Kyi sambil membawa sekuntum bunga. "Saya merasa sangat bahagia karena dia pahlawan saya, saya mencintainya," ucap remaja tersebut sambil berurai air mata.

Suu Kyi diberi nobel perdamaian pada tahun 1991. Namun dia tak bisa menerima penghargaan dunia itu karena ditahan oleh lawan politiknya. Saat itu, dia bahkan diancam tak akan bisa kembali lagi ke Myanmar bila tetap nekat menerima nobel. Akhirnya, suami Suu Kyi dan kedua anaknya yang mewakili.

(mad/mad)


Berita Terkait