Sebanyak 14 orang juga terluka ketika seorang pengebom bunuh diri meledakkan sebuah kendaraan di dekat kuil Syiah di Damaskus. Sementara dalam ledakan bom mobil di Kota Idlib, sejumlah tentara Suriah tewas dan terluka.
Demikian disampaikan kelompok pengamat HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (15/6/2012).
Para aktivis menyebutkan, lebih dari 14 ribu orang, sebagian besar warga sipil, telah tewas sejak aksi demo damai pecah pada 15 Maret 2011 lalu. Pasukan pemerintah dilaporkan melakukan kekerasan untuk menumpas para demonstran yang menentang Presiden Bashar al-Assad.
Bahkan menurut Observatory, lebih dari 2.302 orang telah dilaporkan tewas dalam satu bulan terakhir. Para korban itu termasuk warga sipil, tentara juga pemberontak.
Sebelumnya, organisasi HAM terkemuka Amnesty International menuding rezim Suriah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dengan menghukum komunitas yang mendukung para pemberontak. Amnesty yang berbasis di London, Inggris itu menyerukan adanya respons tegas dari dunia internasional terhadap rezim Assad.
Menurut Amnesty, pihaknya mendapatkan bukti baru bahwa para korban, termasuk anak-anak telah diseret dari rumah-rumah mereka dan ditembak mati oleh tentara-tentara Suriah. Bahkan dalam beberapa kasus, jasad-jasad korban dibakar.
(ita/nrl)











































