Tunjukkan Video Pembunuhan pada Murid, Guru Dipecat

Tunjukkan Video Pembunuhan pada Murid, Guru Dipecat

- detikNews
Jumat, 15 Jun 2012 11:02 WIB
Tunjukkan Video Pembunuhan pada Murid, Guru Dipecat
Montreal, - Seorang guru SMP di Montreal, Kanada, dipecat karena menunjukkan video pembunuhan yang dilakukan oleh bintang film porno Kanada. Video mengerikan ini ditunjukkan kepada murid-muridnya di sekolah.

"Dia menunjukkan kepada muridnya, sebuah video yang isinya sangat tidak patut dan mengerikan," ujar pihak SMP Cavelier-De LaSalle yang terletak di wilayah selatan Montreal ini, seperti dilansir oleh AFP, Jumat (15/6/2012).

Meski pihak sekolah tidak menyebutkan lebih lanjut identitas guru ini, namun diketahui bahwa dia berjenis kelamin laki-laki. Keputusan pihak sekolah untuk memecat guru ini didasarkan pada bobot tindakannya yang dinilai tidak layak dilakukan seorang guru, serta dampaknya terhadap para murid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pihak sekolah, sang guru menunjukkan video ini di dalam kelas yang berisi murid-murid berusia 15 tahun, pada 4 Juni lalu. Pada tanggal yang sama, si bintang film porno Luka Rocco Magnotta ditangkap di Jerman, setelah melarikan diri dari Kanada.

Sanksi pemecatan ini dijatuhkan pihak sekolah setelah salah seorang murid yang trauma, melapor kepada wakil kepala sekolah. Pasca insiden ini, pihak sekolah memberikan konseling psikologi bagi para murid yang telah melihat video tersebut.

Dalam surat elektroniknya kepada pihak sekolah, sang guru menyampaikan penyesalannya. Namun sayangnya, dia tidak menjelaskan alasan dirinya menunjukkan video yang diposting online tersebut kepada murid-muridnya.

Kepolisian setempat telah memperingatkan masyarakat soal konten video mengerikan, yang diperkirakan direkam pada 24-25 Mei lalu tersebut. Saat ini, Magnotta (29) masih dalam penahanan kepolisian Berlin di Jerman, sembari menunggu dikabulkannya pengajuan ekstradisi yang diajukan oleh pemerintah Kanada.

Magnotta yang dijuluki 'psikopat Kanada' ini sempat menjadi buronan interpol usai diketahui kabur ke Prancis dan kemudian ke Jerman. Pria yang memiliki sejumlah nama samaran ini, akan menjalani persidangan atas sejumlah dakwaan, seperti pembunuhan, mutilasi dan menyebarkan konten tak senonoh, jika telah diekstradisi ke Kanada.

Kepolisian Kanada meyakini bahwa Magnotta telah menikam seorang mahasiswa keturunan China yang kuliah di Montreal, Lin Jun, dengan alat pencabik es. Kemudian dia memutilasi jasad korban dan mengirimkan potongan tubuhnya, seperti tangan dan kaki, ke markas partai federal dan dua sekolah di Vancouver.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads