Angka tersebut disampaikan kelompok pengamat HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights kepada kantor berita AFP, Kamis (14/6/2012).
"Ada 14.476 orang yang tewas sejak Maret 2011, di antara mereka 10.117 warga sipil, 3.552 tentara dan 807 tentara pembelot," kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatory. Dikatakannya, korban warga sipil termasuk para pemberontak yang mengangkat senjata untuk melawan rezim Assad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak 13 Mei hingga 13 Juni, ada 2.302 orang tewas di Suriah," kata Abdel Rahman. Jumlah itu terdiri dari 1.455 warga sipil, 96 pemberontak dan 751 tentara.
"Dalam sebulan terakhir, ada eskalasi pertempuran antara pasukan rezim dan pasukan pemberontak, begitu pula penembakan yang menyebabkan peningkatan tajam jumlah korban," tandas pemimpin Observatory tersebut.
Sebelumnya, kepala pasukan penjaga perdamaian PBB Herve Ladsous menyebutkan bahwa Suriah kini dalam keadaan perang saudara berskala penuh. Menurut pejabat tinggi PBB itu, pasukan rezim telah kehilangan kendali atas beberapa bagian besar wilayah negeri itu dan berupaya untuk merebutnya kembali.
(ita/nrl)











































