"Kami mengecam keras serangan-serangan terbaru di Irak," cetus juru bicara Gedung Putih Jay Carney seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/6/2012).
"Menargetkan warga sipil tak bersalah dan pasukan keamanan adalah pengecut dan tercela," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Carney, pemerintah AS yakin bahwa meski kelompok-kelompok ekstrem masih bisa melakukan kekerasan, namun kemampuan mereka telah berkurang dalam tahun-tahun terakhir.
Serangkaian ledakan bom dan penembakan di Irak menewaskan sedikitnya 72 orang, kebanyakan peziarah Syiah pada Rabu, 13 Juni kemarin. Lebih dari 250 orang juga terluka dalam insiden itu. Rentetan serangan itu merupakan yang paling mematikan di Irak sejak 15 Agustus 2011 lalu. Saat itu sebanyak 74 orang tewas akibat pengeboman.
(ita/nrl)











































