Dikatakan pemimpin NATO itu, saat ini tak ada rencana untuk operasi NATO. "Intervensi militer asing bukanlah jalan yang tepat di Suriah," tutur Rasmussen dalam pidatonya di depan para wartawan Australia seperti dilansir AFP, Rabu (13/6/2012).
Rasmussen pun mengecam Dewan Keamanan PBB karena gagal mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan krisis Suriah. Hal ini disebutnya sebagai "kesalahan besar" dan mengatakan bahwa Rusia seharusnya bisa berperan penting dalam memediasi perdamaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat mengerikan apa yang kita saksikan saat ini dan tak diragukan lagi bahwa rezim di Suriah bertanggung jawab atas pelanggaran hukum internasional," tegas Rasmussen.
"Saya menyerukan dengan keras agar kepemimpinan Suriah mengakomodasi aspirasi sah rakyat Suriah dan memperkenalkan kebebasan dan demokrasi," imbuhnya.
"Namun pastinya dan sangat jelas bahwa situasi di Suriah sangat serius, dan kami telah melihat aksi-aksi menggemparkan yang dilakukan rezim dan pasukan yang setia pada rezim dan saya mengutuk keras tindakan-tindakan ini," pungkasnya.
Menurut para aktivis, sekitar 14.100 orang telah tewas selama pergolakan menentang Presiden Bashar al-Assad yang telah berkuasa selama empat dekade.
(ita/nrl)











































