"Tak diragukan bahwa serangan gencar terus terjadi, penggunaan artileri berat dan sejenisnya," cetus istri mantan presiden Bill Clinton tersebut.
Disampaikan Hillary, Washington telah mendesak Rusia, sekutu lama Suriah, untuk menghentikan apa yang disebut Hillary sebagai "pengiriman senjata ke Suriah yang terus berlangsung."
"Kami telah mengkonfrontir Rusia mengenai penghentian pengiriman senjata mereka ke Rusia yang terus berlangsung. Mereka dari waktu ke waktu mengatakan kami tidak perlu khawatir -- bahwa semua yang mereka kirimkan tak ada kaitan dengan aksi dalam negeri mereka (pemerintah Suriah). Itu terang tidak benar," cetus Hillary seperti dilansir The Telegraph, Rabu (13/6/2012).
"Dan kami prihatin atas informasi terbaru yang kami punya bahwa ada helikopter-helikopter penyerang yang sedang dalam perjalanan dari Rusia menuju Suriah, yang akan meningkatkan konflik dengan cukup dramatis," imbuh Hillary.
Sebelumnya diberitakan, pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad telah menggunakan helikopter-helikopter tempur untuk menggempur basis-basis pemberontak di sejumlah wilayah Suriah.
Situasi di Suriah kini terus memburuk sejak pergolakan terjadi 15 bulan lalu. Bahkan menurut kepala pasukan penjaga perdamaian PBB, Herve Ladsous, Suriah saat ini telah masuk ke dalam perang saudara berskala penuh.
(ita/nrl)











































