Demikian disampaikan kepala pasukan penjaga perdamaian PBB, Herve Ladsous kepada para wartawan di Damaskus, Suriah seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (13/6/2012).
Ketika ditanya apakah dia yakin bahwa Suriah saat ini dilanda perang saudara, Ladsous mengatakan: "Ya, saya pikir kita bisa mengatakan begitu. Jelas apa yang terjadi adalah pemerintah Suriah kehilangan beberapa bagian besar wilayah, beberapa kota yang kini dikuasai oposisi, dan ingin merebut kembali."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut para aktivis, pergolakan di Suriah yang terus terjadi sejak 15 bulan lalu itu telah menewaskan sekitar 14 ribu orang. Bahkan dalam laporan yang dirilis Selasa, 12 Juni, PBB menuding pasukan Suriah telah menggunakan anak-anak sebagai "tameng manusia".
"Jarang saya melihat kebrutalan seperti ini terhadap anak-anak seperti di Suriah, di mana anak-anak perempuan dan laki-laki ditahan, disiksa, dibunuh dan digunakan sebagai tameng manusia," cetus Radhika Coomaraswamy, perwakilan khusus PBB untuk anak-anak dalam konflik bersenjata kepada AFP.
Hingga saat ini rencana damai PBB-Liga Arab yang dimediasi oleh Kofi Annan selaku utusan PBB-Liga Arab untuk Suriah, belum bisa terlaksana. Karenanya, disampaikan Ladsous, Dewan Keamanan PBB saat ini tengah mempelajari "berbagai opsi" untuk menyelesaikan krisis Suriah.
(ita/nrl)











































