"Sekitar 25 orang tewas dalam kekerasan tersebut," ujar seorang pejabat senior pemerintahan Myanmar yang enggan disebut namanya, seperti dilansir AFP, Selasa (12/6/2012).
Namun sayangnya, tidak dijelaskan lebih lanjut soal bagaimana mereka bisa tewas maupun identitas mereka. Sedangkan sebanyak 41 orang lainnya dilaporkan luka-luka akibat kekerasan yang berlangsung selama 5 hari tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Minggu, 10 Juni lalu, pemerintah Myanmar mengumumkan status keadaan darurat di Rakhine untuk mengatasi kekerasan sektarian tersebut.
Sementara Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengevakuasi para staf dari kantornya yang ada di Myanmar barat. Sebanyak 44 pekerja PBB dan keluarganya mulai meninggalkan wilayah konflik Maungdaw di negara bagian Rakhine, yang berbatasan dengan Bangladesh. Langkah ini bersifat sementara dan dilakukan karena ketidakamanan dan gangguan.
Sebagian besar dari mereka akan diterbangkan ke Yangon, ibukota Myanmar. Para pekerja organisasi-organisasi non-pemerintah juga telah dibantu untuk meninggalkan wilayah konflik tersebut.
(nvc/ita)










































