Menurut kelompok pengamat HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, pasukan Suriah juga menggempur kawasan Kota Deir Ezzor dengan serangan mortir pada hari Selasa ini. Gempuran ini menewaskan 10 warga sipil termasuk seorang anak perempuan. Sementara lima warga sipil lainnya tewas dalam serangan-serangan militer Suriah di Kota Homs.
"Pasukan rezim mengirimkan bala bantuan dan mempersiapkan serangan (ke Kota Al-Haffe)," kata Rami Abdel Rahman dari Syrian Observatory for Human Rights kepada kantor berita AFP, Selasa (12/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Senin, 11 Juni kemarin, para aktivis mengatakan pada AFP bahwa mereka mengkhawatirkan pembantaian akan kembali terjadi jika pasukan rezim berhasil masuk ke kota tersebut. Al-Haffe dianggap sebagai tempat strategis karena berdekatan dengan Qardaha, kampung halaman Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Menurut Observatory, pasukan Suriah juga menggencarkan serangan ke pusat Kota Homs dan sekitarnya dengan menggempur basis posisi pemberontak. Disampaikan bahwa setidaknya 5 warga sipil tewas hari ini dalam gempuran tersebut.
"Situasinya mengerikan, ini pembunuhan," cetus seorang aktivis di Homs yang menyebut dirinya sebagai Abu Bilal kepada AFP via Skype.
Menurut Abu Bilal, sekitar 400 warga sipil -- termasuk wanita-wanita dan anak-anak -- terjebak dalam sebuah sekolah di kawasan Jourat al-Shiah. "Tak ada pejuang-pejuang di sana, namun tetap saja digempur," ujarnya. "Kami mencemaskan adanya pembantaian besar," imbuhnya.
Sebelumnya, dua peristiwa pembantaian warga sipil dilaporkan terjadi di Kota Houla dan Hama yang menewaskan ratusan warga sipil, termasuk banyak wanita dan anak-anak. Dewan Keamanan PBB telah mengecam pemerintah Suriah atas pembantaian tersebut. Namun pemerintah Suriah membantah tuduhan keterlibatan dalam pembantaian tersebut. Rezim Assad menyebut para terorislah yang melakukan pembantaian tersebut.
(ita/nrl)











































