Cabuli Bocah 4 Tahun, Pria AS Dibunuh

Cabuli Bocah 4 Tahun, Pria AS Dibunuh

- detikNews
Selasa, 12 Jun 2012 13:38 WIB
Cabuli Bocah 4 Tahun, Pria AS Dibunuh
Texas, - Seorang ayah di Amerika Serikat (AS) nekat membunuh pria yang mencabuli putrinya yang masih berusia 4 tahun. Perbuatan ini dilakukan setelah sang ayah memergoki pria tersebut dan putrinya hanya berduaan di dalam sebuah gudang gandum.

Seperti dilansir oleh news.com.au, Selasa (12/6/2012), pria yang tidak disebutkan namanya ini tengah bersama dengan putrinya dan sejumlah orang lainnya di sebuah gudang gandum di Lavaca County, Texas. Saat itu keduanya tengah melihat-lihat orang-orang yang merawat kuda.

Kemudian datanglah rombongan lain, di antaranya seorang pria berusia 47 tahun. Tidak dijelaskan apakah sang ayah dan putrinya mengenal pria tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak beberapa lama kemudian, sang bocah perempuan itu tiba-tiba berteriak. Ketika sang ayah memeriksa putrinya, dia melihat pria tersebut tengah mencabuli putrinya. Saat itu juga, sang ayah menarik pria yang juga tidak disebutkan identitasnya ini, menjauh dari putrinya.

Dengan penuh amarah, sang ayah kemudian memukuli pria cabul tersebut di bagian kepada berulang-ulang kali. Menurut Sheriff Micah Harmon, pria tersebut tewas di lokasi usai dipukul dengan membabi buta oleh ayah sang balita.

Usai insiden tersebut, si balita langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan visum. Sedangkan pihak kepolisian masih akan melakukan autopsi terhadap jasad pria 47 tahun tersebut untuk mencari tahu penyebab kematiannya.

Belum ada penangkapan yang dilakukan polisi dalam kasus ini. Pihak kejaksaan setempat juga masih mempertimbangkan dakwaan apa yang akan dikenakan kepada sang ayah balita tersebut.

Namun, sejumlah dukungan dari warga Lavaca County mengalir bagi sang ayah. Mereka bahkan menilai korban layak mendapatkan perlakuan seperti itu setelah melakukan perbuatan bejat tersebut.

"Dia (korban) layak mendapatkannya," tutur salah seorang warga setempat yang bernama Sonny Jaehne.

"Saya sangat setuju dengan tindakannya. Saya mungkin akan melakukan hal yang lebih buruk. Keluarga mereka akan terus berpikir soal insiden itu sepanjang hidup mereka, tidak peduli apa yang akan dialami oleh sang ayah. Bahkan jika mereka melepaskannya, dia dan putrinya akan terus teringat akan hal tersebut selama hidup mereka," ucap seorang warga setempat yang juga rekan mereka, Mark Harabis.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads