"Di dalam beberapa rumah, darah masih terlihat di tembok-tembok dan lantai. Api masih berkobar di luar rumah-rumah dan ada bau daging terbakar yang menyengat," kata juru bicara PBB Martin Nesirky seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (9/6/2012).
Namun Nesirky tak bisa memastikan berapa banyak yang tewas di desa tersebut. Pemerintah Suriah sebelumnya telah membantah mendalangi pembantaian tersebut. Namun menurut para pengamat PBB yang meninjau lokasi, mereka melihat kendaraan-kendaraan lapis baja militer Suriah di sekeliling desa dan rumah-rumah yang rusak akibat roket-roket, granat dan berbagai senjata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nesirky, desa tersebut kosong ketika para pengamat PBB masuk ke sana. Akibatnya, mereka tak bisa berbicara dengan warga yang menjadi saksi mata serangan tersebut.
"Hal-hal seputar serangan ini masih belum jelas. Nama-nama, detail dan jumlah mereka yang tewas belum bisa dikonfirmasi. Para pengamat masih bekerja untuk mencari fakta-fakta," pungkas Nesirky.
(ita/ita)











































