Adalah Menteri Pembangunan dan Kerjasama Ekonomi Jerman, Dirk Niebel, yang membeli karpet berukuran 9 meter persegi dengan berat 30 kg saat dirinya melakukan kunjungan resmi ke Afghanistan. Niebel terpaksa meninggalkan karpet seharga 1.100 euro atau sekitar Rp 12,9 juta tersebut di kantor Kedubes Jerman di Kabul karena tidak bisa ikut dibawa dalam penerbangannya kembali ke Jerman.
Hal ini terbongkar saat seorang sopirnya menjemput karpet tersebut di Bandara Berlin, Jerman. Demikian seperti dilansir oleh AFP, Jumat (8/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, persoalan karpet ini semakin meluas dan memunculkan banyak pertanyaan dari publik maupun pihak oposisi pemerintah. Pihak oposisi dari Partai Sosial Demokrat (SPD) bahkan meminta agar Niebel menjelaskan secara langsung persoalan karpet ini, terutama kepada publik.
Namun kepada media lokal, Spiegel Online, Niebel menyebut semua ini sebagai suatu kesalahpahaman belaka. Menurutnya, prosedur pembayaran cukai untuk karpet tersebut memang sedikit terlambat dan saat ini masih dalam proses.
"Saya menyesal bahwa klaim pembayaran cukai mengalami sedikiti penundaan. Sangat jelas bahwa saya selalu mematuhi hukum, baik dalam jabatan saya maupun dalam urusan pribadi saya," terang Niebel.
(nvc/ita)











































