Hal tersebut disampaikan Annan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Kamis, 7 Juni waktu setempat. Mantan Sekjen PBB itu juga menyampaikan perihal meningkatnya serangan-serangan terhadap para pengamat PBB di Suriah.
Annan pun kembali mendesak negara-negara besar untuk mengingatkan Assad akan "konsekuensi jelas" jika dia tidak mematuhi rencana damai internasional. Demikian disampaikan seorang diplomat yang mengikuti pertemuan tertutup DK PBB tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Annan pun menyerukan adanya tekanan "bersatu" dan "besar" terhadap Assad. Dikatakan Annan, hasil nyata harus ada secepatnya atau krisis ini akan kian tak terkendali.
Usai pertemuan DK PBB tersebut, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan bahwa bahaya perang saudara di Suriah sangat kuat dan nyata. "Rakyat Suriah sedang berdarah. Mereka marah. Mereka menginginkan perdamaian dan kehormatan. Di atas semuanya, mereka semua menginginkan tindakan," kata Ban kepada para wartawan.
Pertemuan tersebut digelar beberapa jam setelah pembantaian baru di Suriah yang menewaskan sekitar 100 orang di Desa Al-Kubeir, Hama. Dikatakan Ban, konvoi PBB ditembaki militer Suriah ketika mencoba masuk ke Al-Kubeir untuk menyelidiki pembantaian warga sipil tersebut. Menurut Ban, berdasakan bukti sementara, militer Suriah telah mengepung desa tersebut dan para milisi pun masuk ke Al-Kubeir dan membunuhi warga sipil dengan barbar.
Sebelumnya, pemerintah Suriah telah membantah tuduhan keterlibatan dalam pembantaian warga sipil di Hama, juga di Houla pada 23 dan 24 Mei lalu. Disebutkan bahwa pembantaian tersebut dilakukan para teroris.
(ita/nrl)











































