Zanib Khan dinyatakan bersalah telah melakukan penyalahgunaan wewenangnya dengan menjalin hubungan dengan narapidana, yang seharusnya diawasi olehnya. Bukti-bukti berupa surat mesra dan sejumlah percakapan telepon antara Zanib dengan para narapidana tersebut dibeberkan di pengadilan.
Surat-surat tersebut berhasil didapatkan oleh polisi, meskipun telah diselundupkan oleh Zanib keluar dari tempat kerjanya di penjara Brixton, Inggris. Surat tersebut akhirnya ditemukan di dalam kamar Zanib di rumah orangtuanya di Ilford, East London. Zanib ditangkap polisi pada 28 Januari lalu di rumahnya dan dia juga mengundurkan diri dari pekerjaannya pada hari yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nona Khan memiliki hubungan asmara yang tidak seharusnya dengan para narapidana yang ditahan di Sayap A di HMP Brixton," ucap jaksa penuntut, Robin Du Preez, seperti dilansir oleh Daily Mail, Kamis (7/6/2012).
Keempat tahanan tersebut adalah Timothy Iyegbe, Daryl Smith, Jason Graham dan Wahid Khalique. Diketahui bahwa Smith dan Iyegbe dipenjara karena mengedarkan heroin.
"Dia bertanggung jawab atas mereka di penjara dan dia sengaja merahasiakan ini semua, ini berlawanan dengan Peraturan Penjara," imbuh Du Preez.
Kasus ini terbongkar ketika sebuah telepon genggam ditemukan di dalam sel yang dihuni Graham. Setelah diperiksa, ternyata nomor yang dihubungi Graham tersebut sama dengan nomor yang dihubungi oleh ketiga tahanan lainnya. Du Preez menjelaskan, setiap napi berhak melakukan panggilan telepon ke sebuah nomor yang tercatat. Iyegbe menyebut nomor yang digunakan Zanib sebagai nomor ibunya, sedangkan Smith menyebutnya sebagai nomor kekasihnya.
"Anda telah melanggar kepercayaan yang diberikan," tegas Hakim David Higgins saat menjatuhkan vonis kepada Zanib.
(nvc/ita)











































