Pembantaian warga sipil kembali terjadi di Suriah. Kali ini sekitar 100 orang termasuk puluhan wanita dan anak-anak, tewas di Provinsi Hamas, Suriah tengah pada Rabu, 6 Juni waktu setempat. Pemerintah Suriah membantah tuduhan mendalangi pembantaian tersebut.
"Apa yang diberitakan sejumlah media tentang apa yang terjadi di Al-Kubeir, di wilayah Hama, benar-benar salah," demikian pernyataan pemerintah Suriah lewat stasiun TV resmi Suriah seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (7/6/2012).
"Kelompok teroris melakukan kejahatan keji di wilayah Hama yang merenggut 9 korban. Pemberitaan media ikut menyebabkan pertumpahan darah warga Suriah," demikian disampaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mendapatkan 100 korban jiwa di Desa al-Kubeir, di antara mereka 20 wanita dan 20 anak-anak," kata Mohammed Sermini, juru bicara kelompok oposisi Dewan Nasional Suriah (SNC).
Sermini menuding rezim Assad berada di balik pembantaian tersebut. Sumber-sumber lain juga melaporkan adanya pembunuhan massal di wilayah yang sama. Menurut kelompok pengamat HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, korban jiwa mencapai 87 orang.
Dikatakan Rami Abdel Rahman dari Observatory tersebut, milisi pro-rezim atau shabiha bersenjata api dan pisau melakukan pembantaian baru di sebuah peternakan setelah digempur pasukan reguler Suriah.
Sebelumnya pada 23 dan 24 Mei lalu, pembantaian warga sipil juga terjadi di Kota Houla dan menewaskan sekitar 108 orang, termasuk puluhan wanita dan anak-anak. Dewan Keamanan PBB telah mengecam pemerintah Suriah atas pembantaian tersebut. Namun rezim Assad membantah keterlibatan dalam peristiwa tersebut seraya menyebutnya sebagai ulah para teroris. (ita/)











































