Balon udara yang dimiliki oleh Bath Building Society ini sedang disewakan untuk umum dalam rangka peringatan 60 tahun bertahtanya Ratu Elizabeth atau biasa disebut dengan peringatan 'Diamond Jubilee', Minggu (3/6) waktu setempat. Balon udara berwarna merah dan putih tersebut mengalami masalah teknis dan mulai merendah ketika melintasi wilayah Bath, Somerset.
Sejumlah warga setempat yang merasa khawatir balon tersebut akan menabrak gedung maupun rumah mereka, akhirnya menelepon polisi.
"Kami diminta untuk menutup sejumlah ruas jalan karena balon udara tersebut akan melakukan pendaratan darurat. Kondisi saat itu cukup sulit karena balon tiba-tiba kehilangan arah angin. Meskipun bahan bakarnya masih cukup untuk mengudara selama 30 menit lagi, namun balon tersebut tidak bisa mencapai ketinggian normal dan diputuskan untuk mendarat darurat," ujar juru bicara Kepolisian Avon and Somerset, seperti dilansir oleh Daily Mail, Rabu (6/6/2012).
Setelah sempat sedikit menabrak pepohonan, balon udara tersebut berhasil mendarat darurat di tengah-tengah jalanan di Green Park Road. Polisi terpaksa memberhentikan arus lalu lintas di jalanan tersebut untuk sementara, hingga balon udara tersebut berhasil mendarat dengan selamat.
Tidak ada korban luka dalam insiden ini. Salah seorang penumpang mengaku lega karena tidak ada hal buruk yang terjadi.
"Kami sempat menabrak sebuah pohon dan sebuah papan penunjuk jalan yang justru mempermulus pendaratan. Sang pilot benar-benar profesional," ucap Lau Camper (31) yang bersama kekasihnya, Richard Morris (29), seperti dilansir oleh The Sun.
Seorang penumpang lainnya, Woodward mengaku sempat merasa khawatir ketika balon mulai terbang rendah. Namun dia memuji keahlian pilot balon tersebut, Mike, yang berhasil melakukan pendaratan darurat dengan mulus.
"Bagaimanapun, balon itu tidak menabrak atap gedung. Polisi dan ambulans telah tiba di lokasi, tapi tidak ada yang terluka - benar-benar pendaratan yang menakjubkan," pujinya.
(nvc/ita)











































