"Ini masalah yang sedang dalam pembahasan internal dengan pemerintah AS," kata Asisten Menteri Urusan Afrika Johnnie Carson seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/6/2012).
Hal tersebut disampaikannya usai pertemuan tingkat tinggi dengan pejabat-pejabat Nigeria di Washington, DC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu diberitakan, suara-suara tembakan kembali terdengar di wilayah Maiduguri, Nigeria yang menjadi pusat perlawanan Boko Haram. Lebih dari 1.000 orang telah tewas sejak aksi pemberontakan Boko Haram dilancarkan pada pertengahan 2009 lalu.
Boko Haram mengklaim bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri di markas PBB di Abuja, ibukota Nigeria pada Agustus lalu. Sedikitnya 25 orang tewas dalam kejadian itu. Pengeboman itu merupakan serangan paling mematikan yang terjadi di Nigeria sejak Januari lalu. Saat itu, serangkaian pengeboman dan penembakan di Kota Kano, Nigeria utara merenggut sedikitnya 185 orang.
Wakil Menteri Luar Negeri AS Bill Burns mengatakan, pemerintah AS siap mengeksplorasi kemungkinan kemitraan dengan militer Nigeria untuk membangun kemampuan urusan sipilnya.
"Kami semua terganggu dengan berulangnya kekerasan di berbagai wilayah Nigeria yang mengancam akan merusak keberhasilan yang telah diraih Nigeria," kata Burns.
(ita/nrl)











































