"Kepergian Assad tidak harus menjadi prasyarat, namun itu harus menjadi hasil dari setiap solusi politik," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton seperti dilansir Press TV, Senin (4/6/2012).
Hal tersebut ditegaskan mantan ibu negara AS itu saat konferensi pers di Stockholm, Swedia pada Minggu, 3 Juni waktu setempat. Hillary menyampaikan hal tersebut beberapa jam setelah Assad berpidato di depan parlemen Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hillary juga meminta pemerintah Rusia untuk bergabung dengan upaya-upaya internasional untuk meningkatkan tekanan terhadap Assad. Istri mantan presiden AS Bill Clinton itu telah menelepon Menlu Rusia Sergei Lavrov untuk menyampaikan hal tersebut.
"Pesan saya kepada menlu sangat simpel dan terus terang," tutur Hillary. "Kita semua harus mengintensifkan upaya-upaya kita untuk mencapai transisi politik dan Rusia harus bergabung untuk membantu itu terjadi," tandasnya.
Moskow selama ini terus menentang adanya intervensi asing dalam krisis Suriah. Negara sekutu Suriah itu telah dua kali memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengecam pemerintahan Assad.
(ita/nrl)











































